Inikah hakikat yang wajar anakmu ini terima?
Benarlah apa yang sering dikata
Kita akan lebih menghargai seseorang andai dia telah tiada
Tapi mama
Bagai dulu engkau mengucup dahiku
Bagai dulu engkau bersengkang mata melayan karenah ku
Bagai dulu aku melihat deritamu di pembaringan
Tatkala mama derita terlantar menahan sengsara
Hati sang anak perit melihat kesengsaraanmu mama
Aku tahu kau cuba untuk menahan sengsara
Agar aku tidak gusar
tidak gundah
tidak gelisah
Tapi
Naluriku sebagai anak mengerti
Aku hanya mampu melihat deritamu
Namun aku tidak berdaya berbuat apa
Hanya doa mampu kupohon
Tawakkal kutanam
Melakar ceria agar gembira mampu menjadi ubat
Namun ceriamu hanya untuk mengubati kerisauan sang anak
Hari ini semua itu hanya kenangan bersama mama
Aku redha dan terpaksa tabah
Namun mama
Anak mama ini lemah bila bersendirian
Anak mama ini masih mendamba kasih seorang ibu
Anak mama ini menjadi penagih rindu
Rindu sejati yang pasti tidak kesampaian
Mama
Malam ini anak mama ini menangis lagi
Titis mutiara kasih ini terurai untuk mencari kekuatan
Bukan untuk menyeksamu mama
Mungkin mama ada memerhati anak mama ini sedang menulis warkah hati
Mencurah coretan hati yang penuh seksa
Anak mama ini derita mengenang kenangan
Mama
Anakmu ini akan menabahkan hati untuk orang lain
Mama tentu tahu perangai anak mama ini
Kuat di depan orang
Namun lemah terkulai sendirian
Ya Allah, Kau hadiahkanlah cinta dan kasih sayang-Mu.
Demi memelihara kesejahteraan mama kerana kutahu hanya-Mu ya Allah
yang mampu menjaga diri mama dengan baik
Amin
Honestly.. written by
NUR ASIQA
